LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS ELEKTROKIMIA “REAKSI NYALA DAN PIPA TIUP”

Image

foto 1analis2,smkn 7 Bandung

 

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS ELEKTROKIMIA

REAKSI NYALA DAN PIPA TIUP”

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Nama              :  Fulki Hunafa Hidayat

Kelas               :  2 Analis 3

Kelompok       :  DUA (2)

 

 

 

Laboratorium Spektro

Kompetensi Keahlian Analisis Kimia

SMK Negeri 7 Bandung

2012-2013

REAKSI NYALA

Tanggal praktikum           : 8 MEI 2013

Tujuan                                  :

  • Siswa Dapat Memeriksa warna nyala logam berdasarkan reaksi nyala.
  • Siswa dapat mengetahui langkah yang baik dan benar mengenai reaksi nyala.

 

Dasar Teori

Reaksi nyala adalah cara penyelidikan dengan mengambil kesimpulan dari warna nyala yang dihasilkan karena adanya logam logam tertentu.

Senyawa senyawa dari beberapa logam tertentu dapat menimbulkan warna warna yang khas jika dipanaskan pada nyala api bunsen. Umumnya garam yang digunakan untuk reaksi nyala ini adalah garam garam klorida, karena garam ini mudah menguap.

Uji nyala digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan ion logam dalam jumlah yang relatif kecil pada sebuah senyawa. Tidak semua ion logam menghasilkan warna nyala.

Untuk senyawa-senyawa Golongan 1, uji nyala biasanya merupakan cara yang paling mudah untuk mengidentifikasi logam mana yang terdapat dalam senyawa. Untuk logam-logam lain, biasanya ada metode mudah lainnya yang lebih dapat dipercaya meski demikian uji nyala bisa memberikan petunjuk bermanfaat seperti metode mana yang akan dipakai.

 

ALAT BAHAN

Bahan bahan       :

1. FeCl3                                       7. BaCl2

2. SnCl2                                       8.  KCl

3. ZnCl2                                       9.  NaCl

4. CuCl2                                                          10. HCl pekat

5. MgCl2                                         

6. CaCl2

Alat-alat               :

1. Tabung reaksi                       

2. Rak tabung

3.Kawat nikrom

4.Plat Tetes

5.Pembakar bunsen

6.Spatula

7.Plat tetes

 

PROSEDUR KERJA

  1. Ambil sedikit garam garam tersebut diatas, simpan dalam plat tetes.
  2. Ambil HCl pekat secukupnya simpan dalam 2 tabung reaksi.
  3. Nyalakan pembakar bunsen perlahan lahan,atur waran nyalanya sampai diperoleh warana nyala tak berwarna.
  4. Bersihkan kawat nikrom, dengan cara masukkan kawat nikrom dalm HCl pekat dalam tabung ke satu, lalu panaskan kawat nikrom dalam api bunsen. Ulangi pekerjan ini sampai tak nampak warna lain dalam nyala.
  5. Celupkan kawat nikrom yang sudah bersih ke dalam HCl pekat dalam tabung ke-2, lalu benamkan pada salah satu garam sampai garam menempel pada kawat nikrom.
  6. Panaskan nyala tersebut di dalam nyala api bunsen (nyala api oksidasi dan nyala api reduksi), amati warna nyala yang terjadidan catat dalam pengamatan.
  7. Dengan cara yang sama ulangi pekerjaan tersebut diatas untuk memeriksa warna nyala logam dari senyawa asam klorida yang disediakan.

 

DATA PENGAMATAN

NO

Garam klorida

Warna Nyala Logam

Nyala oksidasi

Nyala reduksi

1

FeCl3

Oranye

Hijau

2

SnCl2

Ungu

Ungu

3

ZnCl2

Oranye

Oranye

4

CuCl2

Hijau,ungu,biru

Hijau kebiruan

5

MgCl2

Biru,ungu

Biru

6

CaCl2

Merah

Merah

7

BaCl2

Hijau

Oranye

8

KCl

oranye

Ungu

9

NaCl

Oranye

Oranye

 

 

PEMBAHASAN

Pada prraktikum uji nyala kali ini sampel yang akan diuji  adalah FeCl3, SnCl2, ZnCl2, CuCl2, MgCl2, CaCl2, BaCl2, KCl, NaCl, sampel tersebut disimpan diatas plat tetes, lalu disiapkan  2 tabung reaksi  yang bersi HCl pekat, guna salah satu HCl pekat tersebut untuk membuat sampel menempel pada kawat nikrom yang nantinya kita lakukann, HCl pekat yang satu lagi untuk membersihkan kawat nikrom agar tidak mempengaruhi warna nyala saat akan menguji sampel yang lainnya, saat melakukan pembakaran uji nyala dilakukan pada api yang berbeda (api oksidasi diatas api bunsen dan api reduksi pada bagian tengah atau dasar api). Nyala yang yang dihasilkan sangat bervariasi mulai dari warna merah sampai ungu mengapa demikian? Bahwa perbedaan warna nyala dapat dijelaskan dengan cara menghubungkannya dengan perbedaan jumlah elektron yang dimiliki oleh setiap atom/molekul.Perbedaan ini berhubungan erat dengan peristiwa penyerapan energi atau radiasi oleh suatu atom/molekul. Ketika suatu atom atau molekul menyerap suatu radiasi/energi akibat proses pembakaran (oksidasi) maka elektron pada kulit terluar atom tersebut akan tereksitasi ke keadaan yang lebih tinggi energinya.Perlu diketahui bahwa suatu atom yang mengalami keadaan tereksitasi amat tidak stabil, maka dalam keadaan ini secara spontan ia akan kembali ke keadaan semula dengan memancarkan cahaya. Keadaan semula atau keadaan dasar diistilahkan dengan “ground state”.

 

KESIMPULAN

Bahwa perbedaan warna nyala dapat dijelaskan dengan cara menghubungkannya dengan perbedaan jumlah elektron yang dimiliki oleh setiap atom/molekul.

Perbedaan ini berhubungan erat dengan peristiwa penyerapan energi atau radiasi oleh suatu atom/molekul. Ketika suatu atom atau molekul menyerap suatu radiasi/energi akibat proses pembakaran (oksidasi) maka elektron pada kulit terluar atom tersebut akan tereksitasi ke keadaan yang lebih tinggi energinya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/…/uji_nyala

http://wwkhusnul.blogspot.com/2012/03/analisis-anion-kation.html

http://julhasratman.blogspot.com/2012/01/warna-nyala-tiap-unsur-mengapa-berbeda.html

PIPA TIUP

Tanggal praktikum                           : 8 Mei 2013

Tujuan                                                  :

  • Siswa dapat memeriksa logam berdasarjan reaksi pipa tiup.
  • Siwa dapat memastikan atau mengetahui keberadaan spesi-spesi tertentu didalam sampel, terutama bahan organik dalam bentuk cairan atau padatan dengan baik dan benar sesuai dengan SOP.

Dasar Teori

Uji-uji itu dilakukan pada sebuah bongkah (blok) arang dalam mana digali suatu rongga kecil dengan pisau atau uang logam kecil. Sedikit zat ditaruh dalam rongga dan dipanasi dalam nyala mengoksid. Garam kristalin akan pecah menjadi bagian-bagian kecil, pembakaran menandakan adanya zat pengoksid (nitrat, nitrit, klorat, dsb). Lebih sering zat bubuk itu dicampur dengan natrium karbonat anhidrat yang dua kali lebih banyak atau lebih disukai, dengan suatu campuran lelehan (campuran ekuivalen natrium karbonat dan kalium karbonat, campuran ini meleleh pada temperatur yang lebih rendah daripada natrium karbonat sendirian) dalam nyala mereduksi. Reaksi awal tetrdiri dari pembentukan karbonat kation-kation yang ada dan garam alkali dari anion-anion. Garam alkali diserap oleh arang yang berpori, dan karbonat, sebagian besar terurai menjadi oksida dan karbon dioksida. Oksida logam dapat terurai lebih lanjut atau tereduksi menjadi logam atau tetap tak berubah. Karena itu produk akhir reaksi dapat berupa logam saja, logam dan oksida, maupun oksida saja.

Fungsi penambahan Natrium Karbonat  :

  • Mengubah garam logam menjadi karbonat/ oksida ketika dipanaskan.
  • Bertindak sebagai fluks (zat penurun titik lebur).
  • Melindungi logam yang terbentuk dari oksidasi.

Beberapa oksida dapat direduksi menjadi logamnya oleh CO dan CO2.

Contoh reaksi    :

NaCO3  +  10H2O à Na2CO3

CuSO4  +  NaCO3  à CuCO3  +  Na2SO4

CuCO3  ——-  CuO  +  CO2

CuO  +  C  ——  Cu  +  CO

 

 

 

 

ALAT DAN BAHAN           :

Alat-alat               :                                                                               Bahan-bahan     :

  1. Arang
  2. HCl
  3. HNO3
  4. Kertas saring
  5. HgCl2
  6. Logam Sn
  7. Logam Cu

 

  1. Zn
  2. Senyawa S (BaSO4)
  3. K4Fe(CN)6
  4. Pb
  5. K2Cr2O4
  6. K2Hg(CNS)4
  7. Logam Fe

 

 

  1. Pipa tiup
  2. Spatula
  3. Plat tetes
  4. Bunsen
  5. Mortar
  6. Tabung reaksi
  7. Pipet tetes

 

 

 

 

 

PROSEDUR KERJA

 

  1. Campurkan di dalam mortar garam yang akan di periksa dengan Na2CO3(perbandingan 1:2) gerus sampai halus.Buat gerukan pada permukaan arang kayu.
  2. Nyalakan bunsen perlahan sampai di dapat nyala api TB. Kemudian panaskan campuran yang ada
  3. Siapkan sebongkah arang, lubangi arang kurang lebih 1,5cm. Sampel yang sebelumnya dilarutkan  dengan pereaksi dalam plat tetes dimasukan kedalam arang.
  4. Arang yang telah diisi sampel simpan diatas kassa asbes dan nyalakan api.
  5. Tiupkan dengan pipa tiup, arahkan pada zat sampai semuanya bereaksi. Ambil sampel yg ada dalam arang dan masukan ke dalam tabung reaksi lalu tambahkan pereaksi tertentu.

 

DATA PENGAMATAN

NO

Logam/debu

+ Pelarut

+ Pereaksi

Hasil pengamatan

1

 

Sn

 

HCl

HgCl2

 

Kertas saring à hitam

(+)

 

2

 

Zn

 

HCl

 

K2Hg(CNS)4

 

Terdapat endapan putih

(+)

 

 

3

 

Cu

 

 

 

 

 

HNO3

 

K4Fe(CN)6

 

Terdapat endapan merah kecoklatan

(+)

4

Fe

HNO3

 

K4Fe(CN)6

 

Larutan biru tua

 5

 

         Pb

 

         HNO3

 

K2Cr2O4

 

Terdapat endapan kuning,larutan oranye.

 

PEMBAHASAN

 

Pada percobaan yang mengggunakan sampel Sn, ketika di tambah pelarut terbentuk endapan putih, dan ketika di tambah pereaksi kemudian diteteskasn pada kertas hisap, merubah warna kertas hisap menjadi hitam .

Pada percobaan yang mengggunakan sampel ZnCl2, ketika di tambah pelarut terbentuk larutan putih, dan ketika di tambah pereaksi endapan putih  dan latutan tidak berwarna.

Pada percobaan yang mengggunakan sampel CuSO4, ketika di tambah pelarut larutan coklat, dan ketika di tambah pereaksi endapan coklat tua, dan larutan coklat muda.

Pada percobaan yang mengggunakan sampel FeCl3, ketika di tambah pelarut terbentuk larutan coklat tua , dan ketika di tambah pereaksi endapan biru dan larutan coklat tua.

Pada percobaan yang mengggunakan sampel PB, ketika di tambah pelarut terbentuk endapan kuning dan larutan kuning, dan ketika di tambah pereaksi endapan tetap kuning, tetapi larutan oranye.

 

 

 

 

KESIMPULAN

Pada percobaan yang kami lakukan kami dapat mengetahui bagaimana reaksi senyawa apabila disimpan dalam sebuah arang yang ditiup menggunakan pipa tiup, kita juga dapat mengetahui bagaimana hasilnya apabila abu yang tersimpan dalam arang habis pembakaran senyawa tersebut dilarutkan dalam sebuah pereaksi tertentu, sehingga kita dapat menyimpulkan hasilnya apakah warnanya berubah atau tebentuk atau tidaknya sebuah endapan.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

2an2an.files.wordpress.com/2011/12/laporan-uji-pipatiupversi-lain

aliarsyad.files.wordpress.com/2011/11/reaksi-nyala.pptx

retamentari.wordpress.com/2012/03/06/analisis-kualitatif-kation/

 

by   :FULKI

Jangan lupa tinggalkan pesan

Advertisements

PROPOSAL MENGENAI PEMBUATAN USAHA BENGKEL MOTOR

Image

FOTO 1ANALIS 2, SMKN 7 BANDUNG

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat inayah dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan proposal usaha bengkel motor Kecamatan Ciparay, karena itu kami harapkan agar kiranya bengkel ini memberikan bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Ciparay.

Dalam pelaksanaannya peran serta Bapak/ Ibu dapat memberikan dukungan dalam acara ini. Semoga yang kami lakukan dapat menjadi hal yang membawa manfaat bagi masyarakat khususnya Kecamatan Ciparay.

Bandung, 11 Juni 2013

Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar………………………………………………………………………………. 1

Dasar Pemikiran…………………………………………………………………………….. 3

Manfaat dan tujuan dilaksanakan kegiatan…………………….. 3

Sasaran……………………………………………………………………………………… 3

Waktu dan Tempat………………………………………………………………………….. 4

Susunan Kegiatan………………………………………………………………………….. 4-5

Susunan Kepanitiaan………………………………………………………….…….………. 5

Rencana Anggaran………………………………………………………………………….. 6

Harapan …………………………………………………………………………………….. 6

Penutup……………………………………………………………………………………… 6

Lembar pengesahan…………………………………………………………………………. 7

PROPOSAL MENGENAI PEMBUATAN USAHA BENGKEL MOTOR                   KECAMATAN CIPARAY

I.            DASAR PEMIKIRAN

Bengkel adalah salah satu sarana umum untuk pemeliharaan kendaraan mobil atau motor khusususnya yang akan kami rencanakan pembuatannya. Kendaraan haruslah dijaga kondisinya dengan baik agar memperkecil kerusakan mesin pada kendaraan bermotor.

Keberadaan bengkel yang jauh dari Kecamatan Ciparay membuat kami berinisiatif membangun bengkel motor untuk mempermudah masyarakat menggunakan jasa kami sebagai montir di bengkel Kecamatan Ciparay.

  1. TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN

Tujuan pembuatan usaha bengkel ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Ciparay. Mendorong masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan tetap untuk bekerja dalam bidang otomotif yang sebelumnya akan diberi pengarahan terlebih dahulu. Juga memberikan kesempatan kepada para pelajar yang akan mengadakan pelatihan di bengkel kami.

Manfaat bengkel motor Kecamatan Ciparay ini adalah  terserapnya tenaga kerja tetap bagi masyarakat guna mengurangi angka pengangguran dalam jangka panjang. Dan memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat mengenai dunia kerja dalam otomotif.

  1. SASARAN KEGIATAN

1. Ketua Kecamatan Ciparay

2. Masyarakat Kecamatan Ciparay.

  1. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
    1. Waktu Pelaksanaan

Hari           : Sabtu s/d Senin

Tanggal     : 1-3 Juni 2013

  1. Tempat Pelaksanaan

Lapangan Blok. A RT 02 /  RW 07 Kecamatan Ciparay Bandung.

  1. SUSUNAN KEGIATAN

No

Hari / Tanggal

Jam

Kegiatan

Tempat

Ket

1

Sabtu, 1 Juni 2013

09.00 – 10.30

Membeli bahan bangunan.

Toko Sejahtera

2

10.30 – 11.30

Membersihkan lapangan.

Lapangan Blok. A

3

11.30 – 12.30

Sholat Dzuhur.

Mesjid Al-Fath

4

12.30 – 01.00

Makan siang.

Rumah Bu Tuti

5

01.00 – 02.00

Membuat besi penyangga.

Lapangan Blok. A

6

02.00 – 02.20

Ngaduk semen.

Lapangan Blok. A

7

02.20 – 04.30

Membuat tembok bata.

Lapangan Blok. A

8

Minggu, 2 Juni 2013

08.00- 10.00

Nyemen  tembok.

Lapangan Blok. A

9

10.00 – 12.00

Memasang kerangka atap dan genteng.

Lapangan Blok. A

10

12.00 – 12.30

Sholat Dzuhur.

Mesjid Al-Fath

11

01.00 – 01.20

Makan siang.

Rumah Bu Tuti

 12

01.30 – 03.30

Ngecor lantai.

Lapangan Blok. A

13

Senin, 3 Juni 2013

08.00 – 10.00

Mengecat tembok.

10 – 11.00

Peresmian bengkel.

Oleh Ketua Kecamatan Ciparay

  1. SUSUNAN KEPANITIAAN

Penanggung Jawab                    : H. Dedi Haryadi

Pembina                                     : Herman Permana

Ketua Pelaksana                         : Ujang Solihin

Mahmud

Sekretaris                                   : Rusmini

Seksi Acara                                : Roni

Indra

Seksi Peralatan                           : Fuad

Hilman

Seksi Kebersihan                        : Samin

Fikri

Seksi Keamanan                         : M. Sholeh

Ghoni

  1. RENCANA ANGGARAN

Pemasukan         : Rp. 20.000.000         Sponsor ( EVALUBE )

Rp. 5.000.000           ( Donatur )

Pengeluaran

1. Transportasi                : Rp. 600.000

2. Konsumsi                   : Rp. 500.000

3. Peralatan bengkel       : Rp. 9.000.000

4. Bayar pegawai           : Rp.5.500.000

5. Bahan bangunan        : Rp. 7.000.000       +

Total                           : Rp. 22.600.000

Sisa                            : Rp. 2.400.000

Sisanya untuk disimpan dibendahara untuk membeli keperluan yang lain seperti oli dan lain-lain.

  1. HARAPAN

Semoga dengan adanya bengkel Kecamatan Ciparay ini, akan terus maju dan berkembang sebagai bengkel yang unggul dan angka pengangguran akan semakin berkurang.

  1. PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat, untuk dapat mensukseskan kegiatan ini kami membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak khusususnya masyarakat di Kecamatan Ciparay. Atas dukungan dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih, semoga bengekel yang kami dirikan akan bermanfaat bagi Kecamatan Ciparay.

LEMBAR PENGESAHAN

Bandung, 9 Juni 2013

     Ketua                                                                                                       Sekretaris

Ujang Solihin                                                                                                 Rusmini

Mengetahui

Ketua Kecamatan Ciparay

H. Dedi Haryadi

SEMOGA PROPOSAL YANG FULKI BUAT BERMANFAAT BAGI KALIAN

jangan lupa tinggalkan pesan…..